'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Dukung program Inklusi Aisyiyah, OPD Kabupaten Bojonegoro Ajak Semua Elemen Terlibat
20 September 2022 09:19 WIB | dibaca 33

 

Kabupaten Bojonegoro selenggarakan diseminasi hasil assesmen program inklusi pada 14 September 2022. Acara yang berlangsung secara virtual ini memberikan gambaran terkait kondisi Bojonegoro khususnya dari perkembangan isu stunting dan perkawinan anak.

Rosyidah, divisi riset program inklusi Aisyiyah pusat menyebutkan bahwa program inklusi ini mengusung 5 isu besar yaitu stunting, perkawinan anak, hksr, kepemimpinan perempuan, serta pemberdayaan ekonomi.

Dalam diseminasi tersebut dipaparkan hasil asesmen yang telah dilakukan oleh peneliti Pusat wilayah serta daerah yang dilaksanakan pada 27 hingga 30 Juni 2022 yang lalu. Dimana hasilnya adalah Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur dengan angka stunting terbanyak yaitu 23,9% pada SSGI 2021. Sedangkan untuk angka perkawinan anak pun juga termasuk tinggi.

Ketua pengadilan agama Kabupaten Bojonegoro Maftuh Basuni menyebutkan bahwa Bojonegoro menempati rangking pertama tingkat rayon dan rangking 3 di Jawa Timur untuk tertinggi perkawinan anak. Bahkan dirinya menyebutkan bahwa hingga minggu pertama di bulan September selama tahun 2022 kemarin kurang lebih ada 505 perkara pengajuan dispensasi nikah di usia anak.

Lebih lanjut pihaknya menyebutkan ada 4 macam kriteria yang menjadi sebab adanya pengajuan dispensasi nikah yaitu pendidikan, kesehatan, teknologi dan budaya.

"Seperti kita tahu 40% Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah perhutanan yang mana khususnya di daerah Pinggiran banyak masyarakatnya yang hanya tamat SD. Padahal pemerintah mencanangkan wajib belajar 12 tahun. Yang kedua yaitu faktor kesehatan, namun dalam hal ini kami menggandeng DP3AKB untuk membantu memberikan konseling terhadap para calon pengantin tersebut. Kemudian faktor teknologi, maraknya konten-konten yang cukup memprihatinkan menyebabkan banyak anak-anak yang terjangkit mencoba untuk mempraktekkan apa yang dilihatnya di media-media sosial dan 25% diantaranya positif hamil karena faktor tersebut". Ujarnya.

kemudian yang tak kalah menarik menurutnya adalah faktor budaya. Ketika pasangan ini sudah resmi bertunangan maka si calon pengantin laki-laki ini sudah boleh tinggal di tempat istri atau istilahnya adalah ambruk dirumah mertua padahal belum resmi menikah.

Melihat kondisi yang seperti ini pihaknya menegaskan harus ada pihak yang mencegah karena sejauh ini Pengadilan Agama hanya menjadi pihak yang bertugas menyelesaikan saja. Dirinya berharap adanya kerjasama yang baik dari Pemda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi dan dinas terkait untuk mencegah terjadinya perkawinan anak.

Nelly Asnifati selalu koordinator program inklusi Jawa Timur yang juga sekretaris umum pimpinan wilayah Aisyiyah Jawa Timur menyebutkan bahwa pihaknya beberapa waktu lalu telah berkoordinasi dengan Bappeda serta DP3AKB untuk membahas terkait program inklusi ini. Pihaknya juga menyebutkan bahwa pimpinan wilayah Aisyiyah juga masuk dalam tim pencegahan stunting di Jawa Timur. Lebih lanjut pihaknya menyebutkan bahwa program inklusi ini adalah salah satu bentuk kepedulian Aisyiyah terhadap

Ridia Septiria

 

isu utama yang menjadi fokus perhatian pemerintah.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro M. Anwar Mukhtadlo menyampaikan bentuk dukungan serta apresiasi terhadap Aisyiyah melalui program ini dan pihaknya akan mendukung pelaksanaan kegiatan program Inklusi Aisyiyah di kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan diseminasi ini juga dihadiri oleh beberapa opd diantaranya Dinsos bojonegoro, Bappeda bojonegoro, Pengadilan agama bojonegoro, DP3AKB Bojonegoro, Disperindagkop bojonegoro, Dinkes jatim.

Perlu diketahui bahwa diseminasi di Kabupaten Bojonegoro ini bukan satu-satunya di Jawa Timur. Selain Bojonegoro juga ada Kabupaten Probolinggo yang sesaat lagi akan melaksanakan asesmen yang disusul kemudian dilaksanakan diseminasi juga. Sehingga ada dua daerah di Jawa Timur yang melaksanakan program inklusi yaitu Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Probolinggo.

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari