'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
'Aisyiyah Teguhkan Ideologi, Bangun Ketangguhan Grassroot
20 Februari 2020 09:27 WIB | dibaca 145
Kepala Sekolah TK ABA merupakan gurunya guru dan menjadi garda depan dalam gerakan mencerdaskan anak bangsa. Dra Shaimah Kastolani, ketua Pimpinan pusat Aisyiyah menyampaikan hal tersebut dalam seminar dan kuliah umum peneguhan ideologi Muhammadyah yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur dan Universitas Muhammadiyah Malang di Dome Theatre UMM, Selasa (18/2/20).
 
Shaimah menegaskan peneguhan ideologi bagi para Mujahidah Aisyiyah di tingkat grassroot adalah sebuah keharusan, " semuanya tidak lain hanya untuk mencerdaskan perempuan Indonesia." 
 
Kepala Sekolah itu gurunya guru, maka harus  mempunyai ideologi yang kuat karena berada di garda depan gerakan Aisyiyah di tengah - tengah masyarakat. Sambungnya.
 
Menurutnya ada 10 kreteria yang harus dimiliki;
Pertama, tawasut, yaitu tengahan, tidak berlebih - lebihan.
 
Kedua tawazun artinya seimbang, tidak terlalu  ke kanan juga tidak terlalu  ke kiri. Ketiga 'itidal yang artinya lurus atau harakah at tanwir, gerakan pencerahan.
 
Keempat toleran, selalu menghormati perbedaan, "ber- Muhammadiyah itu untuk rahmatan lil'aalamiin," tegas alumni madrasah Mu'allimat tersebut.
 
Kelima musawa, egaliter, tidak diskriminatif.
Keenam surah yang berarti musyawarah. Ketuju islah, senantiasa memperbaiki . Kedelapan aulawiyah, maksudnya adalah selalu mendahulukan prioritas, dalam menjalankan program tidak serampangan.
 
Kemudian yang kesembilan tattawur wa ibtikar, maknanya dinamis dan inovatif. Dia menuturkan bahwa Amal Usaha Aisyiyah  harus benar - benar diperhatikan," dan Malang harus bisa lebih maju dari wilayah  lain.'
Yang kesepuluh adalah tahadur mempunyai integritas yang tinggi.
 
Selanjutnya dia menyampaikan ada lima karakter TK ABA memasuki Abad ke - 2; spiritual, spirit kebajikan, akhlaq berkemajuan, nasionalis dan perdamaian.
 
Sementara itu Dra. Salma Orbayinah, M kes. Apt. ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat Aisyiyah menjelaskan terkait lima karakter gerakan Aisyiyah.
 
 
Menurutnya gerakan Aisyiyah itu berbasis Islam berkemajuan, perempuan berkemajuan, komunitas, Amal Usaha, kebangsaan dan keumatan.
 
Cucu dari Siti Umniyah itu menegaskan, TK ABA  memasuki abad ke - 2 berlandaskan Iman, Ilmu dan Amal, karena mempunyai peran yang sangat strategis  dalam mendidik anak bangsa agar menjadi kader yang kokoh dan memiliki karakter yang kuat. 
 
Menurutnya ada empat pilar perkaderan; pilar keluarga, pilar Amal Usaha Aisyiyah, pilar Angkatan Muda Muhammadiyah  Putri dan pilar pimpinan.
 
Perempuan asli Kauman Yogyakarta itu menuturkan, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar sasarannya ada dua, pribadi dan masyarakat, dalam hal ini yang wajib difahami oleh seorang kader itu adalah terkait hakekat Muhammadiyah, dasar amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah, pedoman amal usaha  dan perjuangan Muhammadiyah serta sifat - sifat Muhammadiyah.
 
Sementara itu Dra. Rukmini Amar  mengingatkan kembali bahwa ideologi itu ada empat, keislaman, kemuhammadiyahan, keumatan dan kebangsaan.
 
Pada peserta yang semua guru TK ABA , Rukmini mengingatkan dalam mendidik murid - murid  itu sebagai rujukan dalam menegakkan agama Islam adalah Al-Qur'an surat Lukman dan Al ' Alaq, " dalam rangka untuk menegakkan Al-Qur'an maka kurikulum KB - TK ABA harus bersumber  dari surat - surat tersebut."
 
Dia juga menegaskan bahwa Aisyiyah sebagai  gerakan Islam dakwah amar ma'ruf nahi munkar dan sebagai organisasi wanita," yang punya misi untuk mencerdaskan kaum wanita, makanya sebenarnya visi misi Aisyiyah itu ya ada di mars yang sering kita nyanyikan itu membina harkat kaum wanita , menjadi tiang utama negara," tandasnya.
 
 
Perempuan asal Sumenep itu menyampaikan, Aisyiyah harus berfikir visioner, berfikir jauh ke depan. Aisyiyah juga tidak berpolitik praktis akan tetapi tidak boleh buta politik.
 
Untuk memberikan motivasi pada peserta Rukmini menjelaskan, kenapa Aisyiyah itu namanya dinisbatkan pada istri Rasulullah Saw, adalah karena Aisyiyah  merupakan gerakan keilmuan.
 
 
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur , K H Sa'ad Ibrahim pada kesempatan tersebut juga menjelaskan secara gamblang terkait perkembangan gerakan Islam dunia. Dalam konteks berMuhammadiyah dia menjelaskan bahwa K H Ahmad Dahlan itu tidak hanya melakukan harakah Al Islam Al fikriyah saja , namun  kyai Dahlan mengaplikasikannya  pada Al Qur'an Surat Al maun yang kemudian banyak melahirkan panti - panti asuhan. Pada semua peserta Sa'ad menuturkan, " melihat fenomena saat ini dimana yang ada di depan saya semuanya perempuan Sholihah dan pejuang luar biasa, bisa jadi nanti terbalik lho, penghuni neraka yang terbanyak bukan perempuan tapi laki - laki," yang disambut gerr peserta sembari mengaminkan.
 
Agenda tersebut dibuka oleh pembantu rektor 2 Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Nazaruddin Malik. Diikuti oleh 348 peserta yang berasal dari PDA kota Malang, Kabupaten Malang, kota Batu, kota Pasuruan, kabupaten Pasuruan, kota Blitar, kabupaten Blitar, kabupaten Tulungagung, kabupaten Kediri, kota Kediri, kabupaten Jombang dan Mahasiswa  beasiswa S2 UMM rekomendasi Aisyiyah. 
 
Diakhir acara semua peserta diajak menyanyikan lagu muktamar 48 yang diaransemen oleh Eros Sheila on seven dan syair ditulis  oleh ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof . Dr Haedar Nasir.
Nampak semua peserta dan pemateri bersemangat saat menyanyikan lagu tersebut.
 
Agenda diakhiri dengan pembahasan Rencana Tindak Lanjut, yang selanjutnya wajib diteruskan pada daerah - daerah dengan penanggungjawab tiga majelis; Majelis Pembinaan Kader, Majelis Dikdasmen dan Majelis Tabligh. (Uzlifah)
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari