'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Pendidikan Literasi Keuangan untuk Perempuan
19 Januari 2018 17:25 WIB | dibaca 410

Keluarga Sehat Finansial pilar Ekonomi Bangsa

“Kesehatan keuangan keluarga akan memberikan pengaruh terhadap kesehatan

 

keuangan negara secara keseluruhan. Keluarga yang sehat secara finansial pada gilirannya akan membuat ekonomi berjalan secara teratur, stabil dan berkelanjutan”. Tegas bapak Wimbo Santoso ketua OJK di depan ibu-ibu peserta Tanwir I ‘Aisyiyah pad Jum’at 19 Januari 2018.

Edukasi keuangan untuk ibu menjadi sangat penting, karena ibu adalah manajer keuangan dalam keluarga. Oleh sebab pendidikan literasi keuangan untuk perempuan sangat penting.  ‘Aisyiyah sebagai lembaga perempuan mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pendidikan dan juga pemberdayaan ekomomi pada warganya. Pada poin pertama bapak Wimbo menjelaskan bahwa dakwah Aisyiyah saat ini yang sangat dibutuhkan adalah pemberdayaan ekonomi perempuan. “peningkatan perekonomian itu harus didesain” tegas pak Wim. Kelompok dampingan Aisyiyah seharusnya sudah mulai fokus pada pemberdayaan perekonomian,  dimulai dengan pemetaan potensinya, pendidikan untuk membuat produk yang ekonomis dan pendampingan. Maka jika sudah ada produk unggulannya, OJK akan membantu untuk offtakel atau pemasarannya dan tentusaja untuk pemodalannya. Apabila anggota kelomoknya sudah mencapai 1000 / 2000 maka OJK akan membantu pendirian LKM (lembaga keuangan Mikro). Program ini sudah berjalan dibeberapa tempat dan berbasis kounitas-komunitas majelis taklim. Bagi Aisyiyah yang sudah melakukan penandatangan dengan OJK, ini adalah kesempatan untuk bersegera melakukan program pemberdayaan ekonomi di daerah masing-masing. Setelah terbentuk komunitasnya dan jelas produknya maka pimpinan ‘Aisyiyah ditingkatan cabang atau daerah bisa langsung menghadirkan OJK untuk langkah selanjutnya.

Dan poin yang kedua adalah tentang koperasi, karena koperasi ini adalah lembaga keuangan mikro yang sangat dekat dengan masyarakat terutama perempuan. Koperasi yang sehat dan baik akan daat mendukung pemberdayaan perekonomian perempuan. Untuk koperasi-koperasi ‘Aisyiyah yang sudah berdiri maka bisa mengajukan pembinaan dan permodalan pada lembaga OJK di wilayah masing-masing.       Itulah platform pemberdayaan perekonomian perempuan yang harus dilakukan atau menjadi program utama ‘Aisyiyah. Karena pilar utama dari perekonomian negara adalah perekonomian keluarga.(Novi)

 

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari